- K V -


BAB 5
Di Waktu Senggang Kerjaku.

            Siang hari di sebuah tempat makan. Aku menunggu kekey datang. Aku rindu dengan manjanya dia. Seringkali tingkah lakunya terlintas di benakku. Aku sangat mencintainya. Aku tidak tahu apa yang merasuk pada tubuhku ini yang aku rasakan semakin hari-aku merasakan cinta yang begitu mendalam. Tak sabar aku menanti dibuatnya.
            Dengan memakai baju kodok warna hitam, potongan rambut sebahu, dan memakai sepatu yang flat, begitu lucunya tingkah dia. Semakin suka aku dibuatnya.
            Dia menghampiriku, ku tersenyum di kejauhan.
“ko kamu gemesinn sihhh!” ucapku sambil mencubit pipinya
“ah sayanggg bisa ajaa” balas kekey tersipu malu
            Kamipun memesan makan dan berbincang-bincang di siang yang terik ini.
“aduhhh, kamu sampai berkeringat gituu, jangan nervous gituu wkwk” Lam sambil ketawa
            Ku tanyakan tissue kepada kekey, dan kekey pun memberikan tasnya. Aku mencoba mencarinya dan ku tempelkan pada keringat itu.
“sini, biar aku bersihkan keringat kamuu, kasiann nihh anak orang!” gurauku sambil meletakan tissue pada kening kekey
Kekey pun hanya membalas dengan senyuman saja.
Tak lama kemudian makanan pun datang.
“ayo key, dimakan tuh makanannya, apa mau d suapin?” sindirku karena kekey malah diam diri
“engga usah ga usah, iyaa aku makan” (sambil memegang sendok dan memakan makanannya)
            Akupun senang dapat makan bersama kekey lagi, setelah sekian lama tidak pernah makan bareng, karena kekey sibuk dengan kegiatan kuliahnya di semester akhir ini. Sulit di ungkapkan dengan kata-kata rasa ini. Jika ku gambarkan bahkan orang tidak akan mengerti dengan gambar yang kubuat karena rasa kesenanganku ini tidak dapat di tulis dengan apapun.
            Partitur cerita kita buat dalam setiap kunyahan makanan ini. Entah berapa ribu kata bahkan kalimat yang terlontar dari mulut ini. Rasanya ingin berlama-lamaku menyantap hidangan ini. Tetapi rasanya ada yang beda.
Ya benar. Ada yang beda.
Senyum bibirnya tak seikhlas dulu.
Tawa nya tak sebahagia dulu.
Apa aku salah menilai atau memang adanya seperti ini. Aku harap ada yang membangunkan jika ini adalah mimpi.
Atau mungkin kenyataan.








Komentar