Postingan

- K V -

Gambar
BAB 5 Di Waktu Senggang Kerjaku.             Siang hari di sebuah tempat makan. Aku menunggu kekey datang. Aku rindu dengan manjanya dia. Seringkali tingkah lakunya terlintas di benakku. Aku sangat mencintainya. Aku tidak tahu apa yang merasuk pada tubuhku ini yang aku rasakan semakin hari-aku merasakan cinta yang begitu mendalam. Tak sabar aku menanti dibuatnya.             Dengan memakai baju kodok warna hitam, potongan rambut sebahu, dan memakai sepatu yang flat, begitu lucunya tingkah dia. Semakin suka aku dibuatnya.             Dia menghampiriku, ku tersenyum di kejauhan. “ko kamu gemesinn sihhh!” ucapku sambil mencubit pipinya “ah sayanggg bisa ajaa” balas kekey tersipu malu             Kamipun memesan makan dan berbincang-bincang di siang yan...

- K IV -

Gambar
BAB 4 Bertemu Kedua Kalinya. “Nak, kapan kamu bawa seseorang untuk dikenalkan ke ibu” dengan nada rendahnya ibu berkata             Akupun hanya terdiam dan tersenyum sambil memalingkan badan ke wajah ibu, ku dekap kedua bahu ibuku seraya berkata.. “iya ibuu, nanti fina bawa calonnya ke hadapan ibu, fina janji (memberikan salam dua jari kepada ibunya) Ibunya pun berkata kembali. “Kapan kamu kenalin dia ke ibu, ibu pengen lihat anak kecil lari-lari di rumah ibu dan bermain dengan ibu”             Akupun kembali terdiam dengan pertanyaan ibu. Di dalam tempurung kepalaku, aku teringat sosok laki-laki yang ku temui di lampu merah malam hari itu. Aku bingung mengapa nama dan wajah itu terlintas di kepalaku. Aku tidak mengenal dia tetapi rasa ini memaksaku untuk tahu kehidupan dia. Dengan nada yang rendah akupun berkata “iya ibu, doakan saja!” sambil memberikan...

- K III -

Gambar
BAB 3 Minggu bersama Mang Tono. Ku buka mataku, hangat mentari pagi yang kusenangi hari ini. Aku merasakan bibir yang ingin tersenyum ketika membukakan jendela pagi untuk merasakan segarnya udara yang diberikan oleh sang khaliq. Hidung ini senang sekali menghirup udara panjang panjang pagi ini. Ku seduh kopi pagi ini, namun sampai saat ini yang menyeduhnya masih sama seperti dulu yaitu dengan tangan ini. Belum ada campur tangan sang ahli dapur untuk meracik habis kopinya. Hahaa. Kapan datangnya sang ahli itu pikirku sambil mengocek air dalam gelas itu sambil memandang jendela yang ku buka tadi. Ku beranjak dari dapur untuk pergi ke ruang tengah. Dudukku pagi minggu ini ditemani sang kopi yang tak bertuan. Ku cicipi kopi ini sedikit demi sedikit sambil memandang kebesaran tuhan yang maha esa, dengan kebesarannya dapat memberikan penyinaran yang begitu penting adanya di dunia ini. Kaos oblong putih dan celana pendek yang kupakai ini menemani setiap tegukan kopi ini deng...

- K II -

Gambar
BAB 2 Sosok pria yang menyentuh Hati. Lelahnya hari ini aku bekerja, sampai malam yang sudah seperti nocturnal aku rasanya. Hidup seperti kupu-kupu malam, yang berkeliaran di malam hari seperti ini. Jalanan yang sepi ini ku nikmati di dalam mobilku ini. Tak ada yang menghalangiku di jalanan. Bandung oh Bandung indahnya kota ini, menyenangkan hati ini dengan suasananya tak seperti di kotaku Jakarta, yang kadangkala aku pulang kerja selalu di hampiri dengan untaian mobil yang sudah seperti parkiran yang di pindahkan ke jalan raya. Ku lajukan mobil ini dengan laju yang rendah, karena rasanya ingin aku berlama-lama dijalanan. Lagian dirumahpun aku sendirian, belum ada yang menemani di kesendirianku saat ini. Entah kapan datangnya hari dimana lelaki meminangku. Hahaa udah ga bener nih kepalaku mikir yang aneh-aneh. Aku terus menelusuri jalanan kota kembang ini, sampainya ku di lampu merah yang memberhentikan kendaraan ku ini. Aku menoleh ke kiri, aku melihat ada ...